Selasa, 06 September 2016

3 Macam Chart (Grafik) dalam Analisis Forex

Dalam dunia forex trading, pada biasanya saat orang membicarakan analisis teknikal maka yang pertama kali timbul dalam pikiran yaitu grafik (chart). Beberapa technician kebanyakan memang menggunakan grafik, sebab dengan menggunakan grafik memang menjadi cara yang paling gampang untuk memvisualkan data pergerakan harga dari waktu ke waktu.
Anda dapat memanfaatkan bantuan grafik untuk menentukan tren dan menemukan pola-pola yang berpotensi mengantarkan Anda meraih peluang yang besar.
Ada tiga macam chart dalam teknikal analisis forex, yang bakal kita urai satu per satu.
1. Line chart
Line chart ialah grafik yang paling simpel yang digambarkan sebagai garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Contohnya: dalam beberapa hari berturut-turut perdagangan ditutup pada nilai 200, 250, 100, 350… maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus. Dengan grafik ini kita mampu melihat pergerakan taksiran secara umum dalam satu periode waktu khusus.
Contohnya ialah seperti ini:
2. Bar chart
Bar chart sendiri sedikit lebih rumit daripada line chart. Chart model ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan, nilai tertinggi serta terendah dalam satu periode waktu tertentu.
Karena memiliki informasi tersebut, chart ini juga disebut dengan OHLC chart (Open-High-Low-Close). Berikut ini ialah bentuk dasar dari bar chart yang biasa digunakan dalam trading forex:
Ujung bawah dari chart ini yakni harga terendah yang sudah diperdagangkan dalam kurun waktu tertentu, sementara ujung atasnya ialah nilai tertingginya.
Garis vertikalnya mewakili range (rentang) harga dalam periode waktu tersebut. Garis horizontal kecil yang berada di sebagian kiri ialah harga pembukaan sedangkan yang berada di samping kanan yakni nilai penutupannya.
Pada contoh di atas, nilai pembukaan berada semakin rendah daripada nilai penutupan. Akan tetapi nilai pembukaan dapat saja berada lebih tinggi daripada nilai penutupan.
Contoh bar chart di grafik ialah sebagai berikut:
Secara sederhana mampu kita katakan bahwa satu bar merupakan satu periode waktu, bisa jadi itu satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, atau bahkan satu menit. Tergantung pada kerangka waktu berapa lama kita setting plot chart tersebut.
3. Candlestick chart
Dinamakan “candlestick” karena memang potongannya mirip seperti lilin. Nama lengkapnya yaitu “Japanese canclestick chart”, sebab konon chart jenis ini berasal dari Jepang. Chart model ini menyediakan informasi yang sama persis dengan bar chart, hanya saja bentuknya yang berbeda.
Kebanyakan, body dari candlestick chart ini berwarna putih dan hitam. Jika body-nya berwarna putih maka nilai open-nya berada di bawah, sebaliknya jika body berwarna hitam maka nilai open berada di atas. Jadi, body itu sendiri menggambarkan jarak antara harga pembukaan dengan penutupan dalam satu periode waktu khusus.
Jika harga open di bawah harga close, maka biasa disebut dengan bull candle. Dalam analisis teknikal, istilah “bull” atau “bullish” digunakan untuk menggambarkan pergerakan nilai yang meningkat.
Untuk menggambarkan pergerakan harga yang turun, digunakan istilah “bear” atau “bearish”, sehingga candlestick yang mempunyai harga open di atas harga close disebut bear candle. Gunakan saja “jembatan keledai” ini agar bertambah gampang mengingatnya: BULL = naik, BEAR = turun.
Tetapi jika Anda menganggap warna hitam dan putih ini sedikit “stylish”, atau minim menarik bagi Anda, maka Anda mampu menggantinya dengan motif yang Anda sukai. Kombinasi warna lain yang kerap digunakan misalnya yaitu merah untuk bear candle dan biru untuk bull candle.
Ingat, Anda akan banyak menghabiskan waktu mengamati chart, sehingga warna yang menarik bagi Anda akan bisa menghilangkan kejenuhan. Yang penting, Anda tahu bagaimana cara membedakan antara bull candle dengan bear candle.
Coba lihat contoh candlestick berikut ini:
Bagaimana, lebih menarik bukan? Atau Anda memiliki pilihan warna lain? Silakan ekspresikan “warna” Anda. Banyak trader semakin suka menggunakan chart jenis ini sebab lebih mempermudah secara visual untuk mengenali harga open, close, high dan low daripada bar chart.
Di bawah ini ialah contoh tampilan grafik pergerakan tarif menggunakan candlestick chart: